Pembangkit Listrik Pesisir
Pembangkit listrik pesisir mengacu pada pembangkit listrik yang dibangun di wilayah pesisir (dekat teluk, pelabuhan, atau garis pantai), terutama memanfaatkan sumber daya laut atau keunggulan geografis pantai untuk produksi energi. Pembangkit listrik tepi pantai biasanya menggunakan air laut sebagai sirkulasi air pendingin (seperti untuk kondensasi turbin uap). Teritip, kerang, ganggang, bakteri, dan organisme lain di air laut akan menempel dan berkembang biak di dinding bagian dalam pipa dan permukaan penukar panas, membentuk biofilm atau kotoran seperti cangkang keras-.
Sistem elektroklorinasi terutama digunakan dalam sistem pendingin sirkulasi air laut di pembangkit listrik pesisir untuk mencegah menempelnya organisme laut (misalnya, untuk anti-pengotoran). Ini adalah teknologi kunci untuk memecahkan masalah penurunan efisiensi peralatan dan penyumbatan pipa di pembangkit listrik pesisir yang disebabkan oleh pencemaran biologis laut.
Prinsip produksi sistem Elektroklorinasi adalah mengelektrolisis air laut untuk menghasilkan zat pengoksidasi kuat. Melalui penerapan listrik arus searah pada perangkat elektrolitik, terjadi reaksi elektrokimia yang menghasilkan asam hipoklorit. Asam hipoklorit memiliki sifat pengoksidasi yang kuat dan dapat merusak struktur sel, sistem enzim dan materi genetik mikroorganisme, sehingga menghambat perlekatan dan pertumbuhan organisme laut. Konsentrasi efektif biasanya dikontrol pada 0,5-1,0 ppm. Hal ini dapat mencegah pengotoran sekaligus menghindari korosi berlebihan pada peralatan dan lingkungan.
- Keuntungan:
Dibandingkan dengan metode anti-pengotoran tradisional, pembuatan sistem elektroklorinasi sangat otomatis, menghasilkan bahan sesuai permintaan, dan sisa klorin dapat terurai secara alami, sehingga menghasilkan kinerja lingkungan yang baik. Ini efektif melawan mikroorganisme dan organisme yang terbungkus. Ini dapat terus menghambat pengotoran biologis di semua tahap dan cocok untuk lingkungan laut.
- Kekurangan:
Investasi awal relatif tinggi, dan elektroda perlu diganti secara berkala.
Komposisi sistem Elektroklorinasi:
- sel elektrolitik

- Sistem kendali dan pemantauan

- Anoda titanium

